Get Adobe Flash player

Friday, 27 November 2015

Waspada Penipuan Berkedok Lem Teh Celup

Waspada Penipuan Berkedok Lem Teh Celup

Saya sudah mengalami sendiri memang ini penipuan , tetapi untungnya cuma 10.000 yaitu biaya admin.
Sistem tidak jelas kantor hanya bermodal tmpt sewa setelah anda masuk akan diminta biaya admin Rp 5.000-10.000 ( beda kota beda biaya ) , setelah itu anda diajarin cara"nya pegawai tidak niat ngajar, yang diutamakan adalah biaya keanggotaan sebesar 275.000 (pekanbaru).
Apabila anda tidak jadi mendaftar biaya admin akan dianggap hangus langsung saja saya jadikan berita dari riau online yang menjadi korban.

Dicurigai Teh dibuat dipabrik tertapi talinya tidak? anehkan? kenapa?padahal tali tersebut akan dicelupkan keminuman apakah tali tersebut steril oleh tangan yg mengelem?



Ade Putri Suryanto : "Alhamdulillah... kmarin enggak jadi masuk anggota di HDN yang dipekanbaru dijalan arengka 2, baru bayar pendaftaran 10 ribu, dan dikasi teh yang rasanya biasa aja,, coba deh pakai logika masak iya katanya teh nya diproses dengan cara steril, tapi kok benangnya kayak benang tukang dan dipegangin sama orang2 yang belum tentu tanganya bersih."

===========================================================================
Hati-hati dan waspadalah dengan banyaknya penipuan berkedok tawaran kerja. Contoh nyata terjadi di Pekanbaru saat ini dengan modus penawaran kerja pengeleman teh celup.

Brosur-brosur tersebut dibagi-bagikan serta terpasang di perempatan jalan raya seperti di Jalan Soekarno-Hatta-Tuanku Tambusai, Jalan Tuanku Tambusai-Sudirman, Pasar Pagi Arengka serta beberapa titik perempatan lampu merah.

Bahkan ada yang diletakkan begitu saja di atas mesin-mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Pekanbaru. Brosur-brosur tersebut, seperti RIAUONLINE.CO.ID kutip dari lini masa Facebook Divisi Mabes Polri, dikeuluarkan oleh perusahaan yang mengakali para pencari kerja.

Dalam brosur itu, perusahaan seakan-akan memberi kesan pekerjaan ditawarkan adalah mengelem bungkus teh celup dengan upah lumayan. Sehingga banyak pencari kerja yang tertarik oleh pekerjaan ditawarkan.

Namun apakah benar perusahaan itu memenuhi janjinya setelah kita melamar bekerja di perusahaan itu? Berikut pengakuan korban mengaku tertipu di perusahaan tersebut:

Pertama, saya mendapatkan brosur lowongan kerja dari orang tidak saya kenal. Di brosur itu tertulis "lowongan kerja ngelem benang teh Rosella 1 box isi 200 lembar benang komisi Rp 70.000".

Setelah itu saya mendatangani kantor “PT Hadena Indonesia Bercabang di Yogyakarta” dengan alamat di PT Hadena Indonesia (HDN) Cabang Yogyakartan, Jalan Palagan Tentara Pelajar No. 91A Ngaglik Yogyakartan.

Di sana, tutur korban, ia dikenakan biaya pendaftaran Rp 5.000, dan biaya keanggotaan Rp 250 ribu. Setelah saya mengikuti pendaftaran, saya dikasih kertas-kertas brosur dan bahan ngelem teh tersebut.

Setelah dikerjakan pengeleman tersebut, keesokan harinya saya mengembalikan hasil pengeleman tersebut ke kantor PT Hadena Indonesia. Sesampai di sana, saya serahkan hasil pengeleman dan saya dikasih pengertian lagi, dana komisi pengeleman Rp 70 ribu dipotong biaya produk Rp 45 ribu dan saya hanya dapat upah Rp 25 ribu.

Saya mengerjakan pengeleman box hanya berlangsung 5 kali saja dan selebihnya tidak dibolehkan, padahal di brosur tersebut tidak dituliskan pengeleman hanya 5 kali.

Setelah itu, saya mau ambil lagi pengeleman tersebut untuk aku kerjakan di rumah, tapi tidak diperbolehkan sebelum bisa mengajak/menyebarkan brosur ke seseorang agar seseorang tersebut mau mendaftar ke PT Hadena Indonesia.

Malahan yang bikin saya merasa tertipu itu di lembaran brosur tersebut tidak ada kata-kata disuruh "menyebarkan brosur", sedangkan di lembaran brosur itu hanya tertulis "pengeleman teh 1 box isi 200 lembar benang komisi 70.000''.

Di lembaran brosur itu tertulis langsung di bayar cash Rp 70 ribu, padahal aslinya hasil Rp 70 ribu dipotong biaya produk Rp 45 ribu. Jadi saya hanya terima uang Rp 25.000 dan 1 produk, Itupun kalo kita nggak mengrekut orang kita tidak bisa kerja.

Padahal di lembaran brosur juga nggak ada kata-kata disuruh mengrekut orang dan di lembaran brosur tidak di tuliskan bahwa pengeleman batas maksimal 5 kali saja.

Sekian dan terimakasih, Saya berharap agar kasus ini bisa secepatnya di atasi. Sudah banyak orang-orang di Jogja yang sudah kemakan iming-iming ngelem teh celup Rp 70.000 padahal kenyataanya membohongi semua orang. 


===============================================================


Apa bila masi tidak percaya bisa ke sumber https://www.facebook.com/AgenPenyebaranLowonganKerjaMiliyaranRupiah/posts/522001257843596

No comments:

Post a Comment